Potensi Limbah Pertanian Indonesia sebagai Agen Antidiabetes: Studi Kasus Rambut Jagung dan Kulit Jeruk

  • Wenny Irawaty Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Abstract

Selama ini limbah produk pertanian seperti rambut jagung dan kulit jeruk purut belum dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat bahwa setiap bagian tanaman mempunyai kandungan fenolik tertentu sebagai hasil dari metabolisme sekundernya, maka ada kemungkinan bahwa kedua limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Oleh karena itu pada studi ini dipelajari bagaimana kandungan fenolik dalam rambut jagung dan kulit jeruk serta bagaimana kemampuan ekstrak kedua bahan tersebut dalam mengurangi tingkat konversi pati menjadi gula pada uji antidiabetes. Prosedur penelitian meliputi persiapan bahan baku, ekstraksi, uji aktivitas bahan dan pemuatan ekstrak ke dalam pori nanomaterial untuk pengembangan ekstrak sebagai . Dari hasil studi terlihat bahwa rambut jagung dan kulit jeruk mempunyai kandungan total fenolik total yang berbeda-beda. Secara spesifik untuk rambut jagung, terlihat bahwa varietas jagung memberikan kontribusi yang besar terhadap kandungan total fenoliknya. Rambut jagung dari varietas P11 mempunyai kandungan fenolik terbesar yaitu mencapai 1.58 mg GAE/g. Oleh karena itu bahan ini mempunyai aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH tertinggi, namun mempunyai aktivitas antidiabetes yang relatif rendah. Untuk kulit jeruk, hasil studi menunjukkan bahwa kulit jeruk lemon, nipis dan purut mempunyai kandungan total fenolik yang berbeda-beda namun kulit jeruk purut mengandung fenolik yang tertinggi yaitu 23.36 mg GAE/g, sedangkan kulit lemon dan nipis masing-masing 7.94 dan 9.71 mg GAE/g. Kajian lebih dalam terhadap buah jeruk purut yaitu terhadap kulit, daun dan sari buah jeruk purut menunjukkan bahwa bagian kulit mengandung total fenolik tertinggi dibandingkan dengan bagian buah lainnya. Penggunaan pelarut yang berbeda saat uji antidiabetes ekstrak kulit jeruk purut menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes ekstrak kulit jeruk purut dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan. Loading ekstrak kulit jeruk purut ke dalam pori nanomaterial telah berhasil dilakukan dan hal ini menjanjikan aplikasi di masa mendatang sebagai penghantar obat. Namun hal ini masih memerlukan kajian lainnya untuk dapat memaksimalkan keefektifan terapi diabetes menggunakan produk-produk alam.

Published
Nov 5, 2019
How to Cite
IRAWATY, Wenny. Potensi Limbah Pertanian Indonesia sebagai Agen Antidiabetes: Studi Kasus Rambut Jagung dan Kulit Jeruk. SAINTEK: Jurnal ilmiah Sains dan Teknologi Industri, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 91-99, nov. 2019. ISSN 2597-8586. Available at: <http://ojs.ukmc.ac.id/index.php/JSTI/article/view/601>. Date accessed: 22 feb. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.32524/saintek.v3i2.601.